Ketahui Cara Pasang Ring Piston dengan Baik dan Benar

Ketahui Cara Pasang Ring Piston dengan Baik dan Benar

Bagaimana cara pasang ring piston yang benar? Di artikel ini kamu bisa menemukan jawabannya. Ring Piston merupakan bagian dari motor yang akan langsung bergesekan dengan komponen dinding liner mesin yang terdapat melingkar di sekitar piston.

Fungsi dari ring piston yaitu untuk mengatur pelumasan dinding linear mesin sekaligus untuk menahan kompresi pada proses kinerja mesin motor. Pemasangan komponen ini pada piston tidak boleh terbalik sehingga harus sangat berhati hati.

Pahami cara pasang ring piston

Kamu pertama-tama harus memahami dan mempelajari permukaan, kode, warna, dan kemudian bagian sudut ring piston permukaan, ring kompresi, dan juga ring oli. Ketiganya sangat berbeda. Hal ini penting kamu tahu terutama ketika kamu ingin mengganti atau memasangnya.

Perbedaan antara Ring oli dan ring kompresi dapat dilihat dari penampakannya, yang mana ring oli tampak bergelombang sementara ring kompresi tampak datar dan mengkilap. Adapun pada ring kompresi biasanya terdapat tulisan N/T pada posisi yang menghadap ke atas dan menandakannya sebagai ring kompresi ke 1/atas . Jika kamu melihat ada warna lebih gelap atau kehitaman maka itu merupakan ring kompresi ke 2/bawah.

Cara-Pasang-Ring-Piston

Jika kamu melihat bagian sudut ring kompresi piston, kamu akan melihat jelas perbedaannya yang memang merupakan perbedaan mendasar dari ring kompresi 1 dan ring kompresi 2. Hati-hati jangan salah menentukan antara ring kompresi 1 dan kompresi 2 tersebut sebab kamu tidak akan mencapai fungsi dari keduanya secara maksimal. Malah yang terjadi pada motor hanya akan tetap ngebul. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempelajari cara pasang ring piston dengan benar.

Meskipun keduanya berfungsi untuk memampatkan kompresi di bagian ruang bakar, tetap saja kedua ring (kompresi 1 dan 2) memiliki peran yang berbeda. Ring kompresi 1 dengan permukaannya yang rata berfungsi untuk menekan dinding silinder sehingga kompresi tidak akan bocor. Sedangkan untuk ring kompresi 2, permukaannya tampak lebih menyudut yang berfungsi untuk menjaga kerapatan juga untuk membersihkan sisa-sisa lapisan minyak atau oli yang ada pada dinding silinder.

Dengan begitu, oli terbakar nantinya akan bisa dihindari yang bisa menyebabkan celah ring pada satu titik sehingga dapat terjadi kebocoran kompresi. Selain itu, ujung ring kompresi juga tidak boleh ditempatkan pada celah ujung cincin oli.

Kesimpulan cara pasangnya

Coba pahami perbedaan antara ring kompresi dan ring oli menurut permukaannya ,kode, warna dan juga sudut ring piston. Kamu hanya perlu lebih teliti melihatnya. Tampak bergelombang itulah ring oli, sementara tampak datar dan mengkilap, itulah ring kompresi. Kode ring kompresi sendiri ada tulisan T dan menghadap ke atas sebagai ring kompres 1/atas. Untuk warna yang lebih gelap atau kehitaman, itulah ring kompresi 2/bawah.

Baca Juga: Segera Ganti Dengan Piston RKN Setelah ada Ciri-Ciri Sebagai Berikut

Perhatikan pula sudut celah pada ring piston! Ring piston memiliki bagian yang terputus dan celahnya sendiri ada yang terputus. Di situlah yang harus kita atur letaknya dan perhatikan secara seksama.

Jangan menyambungkan Bagian ring piston (celah) segaris. jika ada tiga ring piston, maka buat jarak sambungan yang sama yaitu 120 derajat. Jika ada dua ring saja, maka atur jarak antar sambungan sebesar 180 derajat. Sambungan ring piston juga dijaga agar tidak segaris dengan pen pistonnya. tujuan dari penjelasan ini tidak lain adalah untuk mencegah kebocoran kompresi. Spi pada ring piston 2 langkah pada motor harus masuk pada bagian lekukan di dalam alur pistonnya.

Itulah cara pasang ring piston dengan benar. Semoga artikel ini bisa membantu yah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *