Mengetahui Surat Jual Beli Motor dan Kegunaannya

Mengetahui Surat Jual Beli Motor dan Kegunaannya

Bagi orang yang baru memiliki motor, surat jual beli motor adalah hal yang baru untuk mereka. Ini dikarenakan dalam surat jual beli motor terdapat ketentuan tersendiri yang digunakan sebagai dasar kesepakatan antara pembeli dan penjual atau dealer. Jika surat jual beli yang Anda miliki tidak begitu jelas, maka bisa jadi Anda akan bertanya-tanya.

Sebagai contoh, jika surat jual beli tidak merincikan keterangan garansi, maka seharusnya Anda menanyakan bagaimana cara mengajukan garansi. Apabila Anda merasa itu dibutuhkan, maka Anda perlu meminta kepada pihak lain untuk mencantumkan ketentuan garansi. Ini ditujukan agar kedua belah pihak sama-sama sepakat. Maka dari itu, kami akan membahas tentang surat jual beli motor dan kegunaannya.

Kegunaan Surat Jual Beli Motor

Sebelum memahami kegunaan surat jual beli motor, Anda perlu mendalami arti dari surat jual beli motor sendiri. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, surat jual beli motor adalah sebuah dokumen yang berisi kesepakatan antara pembeli dan penjual motor. Di dalam surat jual beli, terdapat keterangan identitas dan kalimat yang menyatakan persetujuan kedua belah pihak dalam melakukan transaksi. Dengan begitu, segala hal tentang jual beli motor tertuang di dalamnya.

Surat Jual Beli Motor

Mengetahui Surat Jual Beli Motor yang Baik

Sebuah perjanjian yang baik memiliki isi yang searah dengan tujuannya. Begitu juga surat jual beli motor yang diperuntukkan untuk memperjelas perjanjian jual beli motor. Di dalam surat jual beli motor yang baik, terdapat bagian-bagian yang perlu diisi agar kedua belah pihak sama-sama memiliki hak dan memenuhi kewajibannya. Berikut cara mengetahui surat jual beli motor yang baik dan sesuai dengan kebutuhan.

1. Identitas yang jelas

Dalam bagian awal surat jual beli motor, terdapat kolom identitas yang harus diisi oleh pihak yang berkaitan. Untuk pihak pertama, biasanya diisi oleh penjual dan untuk pihak kedua oleh pembeli. Nama, NIK, dan alamat harus sesuai dengan dokumen identitas yang dimiliki seperti KTP. Jika tidak, kekuatan hukum surat jual beli akan berkurang. Pastikan bahwa pihak yang melakukan perjanjian dengan Anda melampirkan fotokopi KTP sebagai bukti validitas informasi.

2. Objek yang Diperjualbelikan

Sebuah perjanjian harus diikuti dengan keterangan objek yang diperjualbelikan. Dalam surat jual beli motor yang baik, jenis motor beserta harganya perlu dicantumkan untuk memberikan kejelasan bagi kedua belah pihak. Warna motor, nomor polisi, bahkan jenis mesin juga dapat dimasukkan ke keterangan. Jika di kemudian hari ada ketidaksesuaian pendapat, maka surat jual beli yang akan menentukan apakah perkataan tersebut betul atau tidak.

3. Tanda Tangan, Tanggal, dan Pengajuan Garansi

Tanggal pembelian sepeda motor perlu dituliskan dalam surat jual beli. Ini dilakukan agar ketika pembeli ingin mencocokkan dokumen miliknya dengan milik penjual, maka penjual dapat mengambilnya dari arsip tanggal yang tertera. Selain itu, ketentuan pengajuan garansi perlu dicantumkan untuk memperjelas syarat mengajukan garansi. Jangan lupa jika perjanjian yang baik juga membubuhkan tanda tangan di atas materai.

Baca Juga: Cara Membuat Kwitansi Jual Beli Motor dan Kegunaannya

Pembuatan surat jual beli motor diserahkan kepada kebutuhan kedua belah pihak. Jika kedua belah pihak ingin mencantumkan beberapa ketentuan, maka hal tersebut diperbolehkan selama itu tidak wanprestasi. Selain itu, surat jual beli perlu ditandatangani untuk menunjukkan kalau para pihak menyetujui. Dengan begitu jual beli motor akan berjalan dengan lancar. Semoga artikel tentang surat jual beli motor ini juga dapat membantu Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *